
RAHASIAGAME. Industri game kerap dipenuhi kisah gemerlap rekor penjualan, event seru, dan pemain setia yang tak pernah bosan menanti konten baru. Namun, di balik layar yang memancarkan kesuksesan, tersimpan realita yang jarang disorot: pergulatan para pengembang untuk mendapatkan perlakuan adil.
Kali ini, sorotan tertuju pada Neople, studio di bawah naungan Nexon, pencipta waralaba Dungeon Fighter yang mendunia. Meski produknya mengantongi keuntungan miliaran dolar, sebagian tim kreatifnya merasa hak mereka belum sepenuhnya dihargai. Hasilnya? Sebuah langkah yang jarang terjadi di industri game Korea Selatan aksi mogok kerja besar-besaran.
Akar Permasalahan Bonus yang Tak Merata
Menurut laporan dari media ThisIsGame, ketidakpuasan ini berawal dari sistem distribusi bonus yang dinilai timpang. Beberapa karyawan mendapatkan insentif lebih besar, padahal kontribusinya dinilai setara dengan rekan kerja lainnya. Hal ini memicu dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu meski tidak ada bukti pasti, rumor favoritisme mulai beredar di kalangan internal.
Yang membuat situasi semakin panas, tim Dungeon Fighter Mobile justru mengalami pemotongan bonus sebesar 30%. Ironisnya, ini terjadi setelah game tersebut sukses besar di pasar Tiongkok, mencatatkan pendapatan signifikan dan meningkatkan reputasi Neople di kancah internasional.
Sementara itu, laporan mengungkapkan bahwa tiga eksekutif puncak menerima total bonus mencapai 20 juta USD (sekitar Rp 325 miliar). Perbedaan mencolok ini membuat sebagian besar developer merasa bahwa keringat dan dedikasi mereka tidak diimbangi penghargaan yang pantas.
Skala Keuntungan yang Fantastis
Untuk memberi gambaran, waralaba Dungeon Fighter Online dilaporkan menghasilkan pendapatan mencapai 22 miliar USD (sekitar Rp 357 triliun) pada tahun 2024 saja. Angka ini setara dengan pemasukan beberapa perusahaan game besar gabungan.
Dengan keuntungan sebesar ini, wajar bila karyawan berharap mendapat pembagian bonus yang lebih merata. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan yang memicu kemarahan kolektif.
Aksi Mogok yang Bersejarah
Aksi mogok kerja dimulai pada 31 Juli 2025. Awalnya berlangsung secara terbatas, tetapi kini telah berkembang menjadi jadwal lima hari kerja penuh per minggu langkah yang terbilang berani dan jarang terjadi di industri game Korea.
Serikat pekerja Neople menegaskan bahwa aksi ini akan berlanjut sampai ada transparansi total dalam sistem perhitungan bonus dan penerapan kebijakan distribusi yang adil. Menurut mereka, ini bukan sekadar tentang nominal uang, melainkan juga pengakuan atas jerih payah para kreator yang selama ini menopang kejayaan Dungeon Fighter.
Respons dari Manajemen
Merespons tekanan yang meningkat, manajemen Neople mengumumkan kebijakan baru: memberikan bonus tambahan senilai 44 juta USD kepada tim Dungeon Fighter Online. Rinciannya, sekitar 400 karyawan akan menerima bonus setara 200% gaji tahunan, dan bagi mereka yang masuk kategori berprestasi tinggi, bonus bisa mencapai 300% gaji.
Selain itu, sejak 1 Agustus, pihak manajemen dan serikat pekerja mulai menggelar pertemuan untuk mencari titik temu. Meski perundingan berlangsung ketat, kedua pihak berharap solusi dapat dicapai tanpa mengganggu layanan dan kualitas game yang dinikmati jutaan pemain di seluruh dunia.
Dampak dan Makna Lebih Luas
Kasus ini bukan sekadar sengketa internal. Dalam skala lebih besar, peristiwa ini menandai titik penting dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan game di Asia.
Selama bertahun-tahun, isu transparansi bonus dan profit-sharing jarang menjadi perbincangan publik. Namun, booming industri game mobile dan meningkatnya dominasi pasar Asia membuat kontribusi developer semakin vital. Tanpa kreativitas dan kerja keras mereka, game seperti Dungeon Fighter tidak akan mampu menembus pasar global.
Banyak pengamat menilai, jika mogok kerja ini berhasil memaksa manajemen membuka sistem kompensasi yang lebih transparan, itu dapat menjadi preseden positif bagi industri game di kawasan lain. Perusahaan akan terdorong untuk membangun hubungan kerja yang lebih sehat dan setara, sementara developer mendapat posisi tawar lebih kuat.
Pelajaran yang Bisa Dipetik
Bagi gamer, berita ini mungkin tidak secara langsung memengaruhi pengalaman bermain. Namun, memahami realita di balik layar memberi perspektif baru, setiap karakter, misi, dan event yang kita nikmati lahir dari kerja keras tim kreatif yang berhak atas imbalan adil.
Bagi perusahaan, ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan finansial harus diimbangi dengan kebijakan yang memanusiakan pekerja. Profit memang penting, tetapi keberlanjutan industri tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan para pencipta di baliknya.
Kesimpulan
Aksi mogok Neople adalah cermin dari dilema klasik di industri kreatif antara mengejar keuntungan dan memberikan penghargaan setimpal. Jika ada satu hal yang pasti, itu adalah fakta bahwa industri game yang sehat hanya bisa tercipta ketika kesuksesan dibagi secara adil, dari eksekutif hingga barisan developer yang bekerja tanpa lelah.