
RAHASIAGAME. Dalam dunia video game, ada nama-nama besar yang sering dianggap sebagai sosok visioner Hideo Kojima dengan karyanya yang penuh misteri, serta Hideki Kamiya yang dikenal lewat Resident Evil 2, Devil May Cry, dan Bayonetta. Dua kreator ini memang punya ciri khas yang berbeda, tetapi baru-baru ini sebuah komentar dari Kamiya membuat banyak penggemar penasaran.
Meski mengaku tidak menyukai horor, Kamiya tetap berharap Kojima berani kembali membuat game dengan gaya serupa P.T., sebuah demo interaktif legendaris yang sampai sekarang masih dikenang banyak gamer. Bahkan, sambil setengah bercanda, Kamiya menyatakan jika Kojima tidak melakukannya, maka mungkin ia sendiri yang akan mencoba walau sadar hasilnya pasti berbeda dari yang diharapkan para pecinta horor.
P.T. Teaser Singkat yang Jadi Legenda
Sebelum membahas lebih jauh pernyataan Kamiya, penting untuk mengingat kembali apa itu P.T.. Pada tahun 2014, Kojima Productions bekerja sama dengan Guillermo del Toro merilis sebuah demo misterius di PlayStation Store. Tanpa banyak penjelasan, pemain diajak menelusuri lorong rumah yang tampak sederhana, namun setiap langkah menghadirkan perubahan yang semakin menegangkan.
P.T. ternyata adalah teaser untuk Silent Hills, proyek baru dari franchise horor legendaris Konami. Sayangnya, proyek tersebut batal dilanjutkan, dan demo ini dihapus dari PlayStation Store. Kini, hanya segelintir gamer yang sempat mengunduhnya yang bisa kembali memainkannya. Meski hanya sebuah teaser, P.T. dianggap sebagai salah satu karya horor paling berpengaruh karena cara uniknya membangkitkan rasa takut bukan melalui jump scare murahan, melainkan lewat atmosfer, ketidakpastian, dan ilusi psikologis.
Kamiya, “Saya Benci Horor, Tapi P.T. Berbeda”
Pernyataan Hideki Kamiya menarik karena ia sendiri adalah sosok yang punya pengalaman menciptakan horor, khususnya saat masih di Capcom menggarap Resident Evil 2. Namun, ia sering mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak menyukai genre horor. Meskipun begitu, ia tetap mengagumi pendekatan yang ditawarkan P.T..
Menurut Kamiya, kekuatan P.T. ada pada atmosfer dan rasa penasaran yang ditimbulkannya. Game ini tidak memberikan semua jawaban secara langsung, melainkan membuat pemain bertanya-tanya lewat detail kecil suara samar, perubahan lingkungan, hingga gangguan visual yang tidak terduga. Justru elemen misterius inilah yang membuatnya begitu berkesan, bahkan setelah bertahun-tahun.
Harapan untuk Kojima
Kamiya secara terbuka berharap Kojima mau kembali ke gaya serupa P.T. Menurutnya, hanya Kojima yang bisa menangkap nuansa unik tersebut dan menerjemahkannya ke dalam pengalaman interaktif yang mendalam.
Ia bahkan menambahkan bahwa bila Kojima tidak mewujudkannya, mungkin dirinya sendiri akan mencoba. Meski begitu, ia mengakui dengan rendah hati bahwa hasilnya pasti tidak akan sama. Kamiya tahu dirinya bukan kreator yang tepat untuk horor psikologis, apalagi karena ia sendiri tidak merasa nyaman dengan genre itu. Pernyataannya lebih terdengar sebagai tantangan ringan sekaligus bentuk penghormatan pada karya Kojima.
Kenapa P.T. Masih Diingat?
Ada beberapa alasan kenapa P.T. begitu ikonik hingga sekarang:
- Kesederhanaan yang menakutkan
Hanya berlokasi di satu rumah, namun dengan perubahan halus yang terus membuat pemain tegang. - Narasi implisit
Cerita tidak pernah disampaikan secara gamblang. Pemain harus menyusun potongan cerita dari detail kecil. - Atmosfer psikologis
P.T. membuktikan bahwa rasa takut tidak harus datang dari monster besar atau efek darah berlebihan. Justru suasana yang ambigu jauh lebih efektif. - Pengaruh besar pada genre horor
Setelah P.T., banyak game horor mencoba menghadirkan atmosfer yang lebih mendalam dan interaktif, menandakan betapa kuatnya dampak demo singkat ini.
Apakah Kamiya Benar-Benar Akan Mencoba?
Banyak yang bertanya-tanya apakah Kamiya serius dengan ucapannya. Melihat rekam jejaknya, Kamiya lebih dikenal dengan gaya penuh aksi, cepat, dan spektakuler seperti pada Bayonetta atau Devil May Cry. Genre horor yang lambat dan penuh ketegangan psikologis jelas bukan wilayahnya.
Namun, dalam dunia kreatif, terkadang ide justru lahir dari keterbatasan. Bisa saja, jika suatu saat Kamiya benar-benar menantang dirinya membuat horor, hasilnya akan unik bukan meniru P.T., tetapi menghadirkan horor dengan sentuhan khasnya.
Inspirasi Bagi Industri
Lebih dari sekadar nostalgia, komentar Kamiya mencerminkan kerinduan banyak orang terhadap game yang berani bereksperimen seperti P.T. Industri game sering kali terjebak dalam formula aman aksi penuh efek visual atau horor dengan pola jump scare. P.T. membuktikan bahwa dengan kreativitas, bahkan sebuah teaser singkat pun bisa mengubah cara orang memandang genre tertentu.
Keinginan Kamiya agar Kojima kembali ke gaya itu seolah menjadi suara dari komunitas gamer yang masih berharap ada penerus spiritual P.T., entah dari Kojima sendiri atau kreator lain.
Antara Harapan dan Kenyataan
Pernyataan Hideki Kamiya memang bisa dianggap sebagai gurauan, tapi di balik itu ada makna yang lebih dalam. Ia, seorang kreator besar yang bahkan tidak menyukai horor, tetap bisa melihat nilai artistik dari karya Kojima. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh P.T., hingga melampaui batas genre dan preferensi pribadi.
Apakah Kojima akan benar-benar membuat proyek baru yang mirip P.T.? Tidak ada yang tahu. Namun yang jelas, inspirasi dari demo legendaris itu tidak pernah hilang. Dan jika suatu hari ada game baru lahir dari semangat yang sama, maka baik penggemar horor maupun non-horor akan siap menyambutnya.