
RAHASIAGAME. Sudah hampir dua dekade berlalu sejak Bully dirilis pertama kali pada tahun 2006, namun pesona game besutan Rockstar ini belum juga pudar. Cerita kehidupan remaja pemberontak bernama Jimmy Hopkins di sekolah Bullworth Academy masih membekas kuat di ingatan banyak gamer.
Kini, penantian panjang terhadap sekuel Bully 2 seolah menemukan titik terang bukan dari Rockstar Games, melainkan dari tangan kreatif para penggemarnya sendiri. Sekelompok modder dengan semangat tinggi menghadirkan proyek luar biasa berjudul “Bully Online”, sebuah versi modifikasi yang memungkinkan pemain berpetualang di dunia Bullworth bersama teman-teman lain secara daring.
Dari Penantian ke Aksi Lahirnya Proyek “Bully Online”
Selama bertahun-tahun, komunitas Bully tak pernah berhenti berharap Rockstar mau melanjutkan kisah klasik tersebut. Rumor tentang Bully 2 sempat muncul beberapa kali, bahkan dikabarkan sudah dikembangkan sebagian sebelum akhirnya dibatalkan. Harapan pun perlahan berubah menjadi kekecewaan.
Namun, sebagian fans memutuskan untuk tidak hanya menunggu. Mereka mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali dunia Bullworth Academy dengan sentuhan baru menghadirkan pengalaman multiplayer online yang selama ini tidak pernah ada di versi asli.
Proyek ini digagas oleh tim kreatif SWEGTA, komunitas penggemar Bully yang sudah lama dikenal karena dedikasinya terhadap game tersebut. Melalui kanal YouTube mereka, SWEGTA memperkenalkan Bully Online sebagai mod buatan komunitas yang memberi kesempatan bagi pemain untuk menjelajahi Bullworth bersama orang lain dalam satu dunia yang sama.
Fitur Inovatif Bullworth Jadi Lebih Hidup
Berbeda dari game aslinya yang berfokus pada cerita tunggal Jimmy Hopkins, Bully Online membuka kemungkinan baru bagi pemain untuk menciptakan kisah mereka sendiri. Mod ini mengubah game klasik tersebut menjadi dunia terbuka daring yang lebih dinamis dan interaktif.
Beberapa fitur utama yang diperkenalkan antara lain:
- Mode Roleplay – Pemain dapat membuat karakter baru, memilih gaya hidup, dan membangun reputasi mereka sendiri di lingkungan sekolah.
- Mini-Game Baru – Dari adu balap sepeda, duel, hingga tantangan di aula sekolah semua dirancang agar lebih kompetitif dan seru.
- Eksplorasi Dunia Terbuka – Area Bullworth kini terasa lebih luas, dengan tambahan lokasi rahasia dan aktivitas baru untuk dijelajahi.
- Sistem Ekonomi dan Inventori – Pemain bisa mengumpulkan uang, membeli perlengkapan, bahkan memiliki kendaraan dan rumah pribadi.
- Aktivitas Sosial Online – Fitur chat, interaksi emote, dan event komunitas menambah kesan hidup di dunia Bully Online.
Semua elemen ini membuat pengalaman bermain terasa segar, meski game dasarnya berasal dari era PlayStation 2.
Tantangan Teknis yang Tak Mudah
Mengubah game lawas menjadi pengalaman multiplayer online tentu bukan pekerjaan sederhana. SWEGTA mengungkapkan bahwa mereka harus menghadapi banyak kendala teknis, terutama karena Bully tidak dirancang dengan sistem jaringan sama sekali.
Tim akhirnya memanfaatkan DSL Script Loader, sebuah alat modding khusus yang memungkinkan mereka menulis ulang beberapa aspek teknis game tanpa mengubah engine utama. Proses ini memakan waktu panjang dan memerlukan eksperimen yang tak terhitung jumlahnya.
Meski begitu, hasilnya mengesankan. Kini Bully Online bisa menjalankan sesi multiplayer stabil, memungkinkan pemain bergabung dalam satu server dan berinteraksi secara real time. Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan komunitas dapat menembus batas teknologi.
Perilisan dan Dukungan Komunitas
Menurut pengumuman terbaru, Bully Online dijadwalkan akan dirilis secara publik pada Desember mendatang. Pada tahap awal, server hanya akan dibuka untuk pendukung proyek di platform Ko-Fi, tempat para penggemar bisa memberikan donasi sebagai bentuk apresiasi.
Versi awalnya akan berfokus pada fitur utama seperti roleplay, mini-game, dan eksplorasi bebas. SWEGTA berjanji untuk menambah konten baru secara berkala termasuk sistem ekonomi lanjutan, area tambahan, hingga mode kompetisi antar pemain.
Untuk menggoda rasa penasaran, tim pengembang telah membagikan cuplikan gameplay di YouTube. Dalam video tersebut, tampak pemain bebas berkeliaran di area sekolah, berinteraksi dengan karakter lain, serta mengikuti berbagai kegiatan khas dunia Bully. Nuansa nostalgia berpadu sempurna dengan sensasi baru bermain bersama orang lain.
Sambutan Luar Biasa dari Fans
Respons komunitas terhadap proyek ini sangat positif. Banyak penggemar lama Bully yang merasa tersentuh dan antusias, menyebut Bully Online sebagai “hadiah terbaik dari fans untuk fans”.
Di berbagai forum dan media sosial, pemain memuji semangat tim SWEGTA yang berhasil membawa game legendaris ini kembali hidup di era modern. Bahkan beberapa pengguna menyebut mod ini sebagai “remaster sejati” yang dilakukan bukan oleh pengembang resmi, melainkan oleh komunitas yang benar-benar mencintai game-nya.
Meski demikian, sebagian pemain juga menyuarakan kekhawatiran tentang potensi masalah hak cipta, mengingat Bully masih dimiliki oleh Rockstar Games. Namun, SWEGTA menegaskan bahwa proyek ini tidak bersifat komersial dan sepenuhnya dibuat untuk tujuan komunitas. Mereka tidak menjual mod tersebut, hanya membuka donasi sukarela untuk mendukung biaya server dan pengembangan.
Bukti Kecintaan Komunitas yang Tak Pernah Padam
Keberadaan Bully Online menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara pemain dan game yang mereka cintai. Ketika pengembang resmi tampak enggan melanjutkan kisahnya, para penggemar justru mengambil peran untuk menjaga semangat itu tetap hidup.
Proyek ini juga menjadi refleksi bahwa dunia modding kini bukan sekadar hobi, melainkan gerakan kreatif yang mampu memperpanjang umur sebuah game klasik. Di tangan komunitas, Bully tidak lagi sekadar kenangan masa lalu melainkan pengalaman baru yang bisa dinikmati bersama.
Entah bagaimana reaksi Rockstar terhadap proyek ini nantinya, satu hal pasti Bully Online telah membuktikan bahwa kreativitas dan cinta terhadap game bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Siapa tahu, mungkin saja keberhasilan mod ini akan menjadi dorongan bagi Rockstar untuk akhirnya mempertimbangkan lahirnya Bully 2 yang telah lama dinanti.