
Dalam ajang Ubisoft Forward 2025, sebuah kejutan besar muncul ketika Ubisoft memperkenalkan trailer sinematik dari seri terbaru mereka: Assassin’s Creed: Hexe. Berbeda dari seri sebelumnya yang banyak mengusung tema petualangan dan sejarah terbuka, Hexe membawa franchise ini ke arah yang jauh lebih kelam dan misterius. Game ini mengambil latar era perburuan penyihir di Jerman abad ke-16, dan dijanjikan sebagai salah satu entri Assassin’s Creed tergelap sepanjang masa.
Nuansa Horor dan Suasana Gelap
Dari trailer berdurasi 2 menit yang dirilis, terlihat suasana hutan yang suram, simbol-simbol pagan, serta sosok misterius berpakaian lusuh yang dikejar oleh para pemburu penyihir. Musik latar yang mencekam dan visual bertema gotik memberikan kesan bahwa Hexe bukan sekadar game petualangan, tetapi juga membawa elemen horor psikologis.
Menurut direktur kreatif Clint Hocking, Hexe bukanlah game stealth-action biasa:
“Ini adalah eksplorasi sisi tergelap dari sejarah manusia ketika ketakutan dan fanatisme menjadi senjata. Kami ingin membawa pemain ke dalam pengalaman yang benar-benar berbeda dari Assassin’s Creed mana pun sebelumnya.”
Latar Waktu dan Lokasi yang Belum Pernah Dijamah
Assassin’s Creed: Hexe mengambil latar Jerman pada masa Reformasi Protestan, saat ketegangan agama dan politik mencapai puncaknya. Era ini juga dikenal dengan gelombang perburuan penyihir yang menewaskan ribuan wanita, banyak di antaranya berdasarkan tuduhan palsu.
Wilayah yang dijelajahi dalam game antara lain:
- Black Forest: Hutan lebat dan penuh rahasia, dengan mitos lokal tentang roh jahat dan penyihir.
- Kota Trier dan Würzburg: Pusat kekuasaan gereja Katolik yang terkenal dengan pengadilan penyihir brutal.
- Desa-desa kecil dan reruntuhan kastil: Menyimpan berbagai misi rahasia dan pertemuan dengan karakter NPC unik.
Ubisoft menekankan bahwa suasana dalam game akan mencerminkan ketakutan, paranoia, dan mistisisme yang berkembang di masyarakat saat itu.
Karakter Utama dan Gaya Bermain
Dalam Hexe, pemain akan mengendalikan seorang karakter wanita bernama Elsa, yang merupakan keturunan dari sekte kuno Assassin. Berbeda dengan protagonis sebelumnya yang mengandalkan pedang dan panah, Elsa disebut memiliki hubungan misterius dengan kekuatan alam dan spiritualitas, yang membuatnya dicurigai sebagai penyihir.
Kemampuan Elsa meliputi:
- Manipulasi lingkungan secara supernatural (seperti mengendalikan kabut, menghilang, atau memanipulasi cahaya).
- Stealth berbasis psikologis, di mana pemain bisa menanamkan rasa takut kepada musuh, bukan hanya menghindar.
- Sistem karma, di mana setiap pilihan moral akan berdampak pada bagaimana masyarakat memperlakukan karakter.
Mesin Grafis Baru dan Atmosfer Realistis
Hexe dikembangkan dengan versi terbaru dari Anvil Engine, yang telah dioptimalkan untuk konsol generasi saat ini. Hasilnya adalah pencahayaan dinamis yang dramatis, tekstur dunia realistis, dan efek cuaca yang imersif. Contohnya:
- Hujan deras bisa menurunkan visibilitas, tapi juga menyamarkan jejak kaki.
- Angin malam dapat membawa suara langkah ke musuh, memengaruhi strategi mengendap.
- Efek sihir dan suara latar (seperti bisikan roh atau jeritan pemburu) memperkuat suasana mencekam.
Tidak Sama dengan Assassin’s Creed Red
Ubisoft juga menegaskan bahwa Hexe bukan kelanjutan atau perluasan dari Assassin’s Creed: Red, game berlatar Jepang yang dirilis lebih dulu pada awal 2025. Keduanya merupakan bagian dari proyek Assassin’s Creed Infinity, tetapi berdiri sendiri dalam hal cerita dan gameplay.
Red menonjolkan gaya samurai dan pertarungan terbuka, sedangkan Hexe fokus pada stealth, eksplorasi horor, dan pengalaman mendalam dalam narasi yang gelap.
Tanggal Rilis dan Platform
Ubisoft mengonfirmasi bahwa Assassin’s Creed: Hexe akan dirilis pada musim gugur 2026, dan tersedia untuk:
- PlayStation 5
- Xbox Series X|S
- PC (melalui Ubisoft Connect dan Epic Games Store)
Edisi yang akan dirilis mencakup:
- Standard Edition
- Dark Ritual Edition (dengan konten eksklusif dan skin bertema penyihir)
- Collector’s Edition (termasuk patung Elsa dan artbook eksklusif)
Respon Komunitas: Beragam tapi Penasaran
Reaksi komunitas gamer cukup beragam. Sebagian fans mengaku antusias dengan perubahan arah genre yang lebih kelam dan atmosferik. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan apakah elemen supernatural akan terlalu jauh dari akar sejarah Assassin’s Creed.
Diskusi di forum Reddit dan Twitter menyoroti potensi Hexe sebagai eksperimen segar, dengan harapan bahwa Ubisoft dapat menyeimbangkan cerita fiksi dan fakta sejarah secara bijak.
Assassin’s Creed dalam Wajah Baru
Assassin’s Creed: Hexe tampaknya akan menjadi game paling eksperimental dan berani dari franchise ini. Dengan latar sejarah kelam, karakter unik, dan gameplay inovatif, game ini memiliki potensi untuk menarik audiens baru sekaligus mempertahankan penggemar setia.
Jika Anda menyukai suasana misterius, dunia yang penuh rahasia, dan cerita yang memancing pikiran, Hexe layak untuk masuk daftar pantauan Anda.








